Sep 29, 2009

Tahu Sumedang = Tahu Bungkeng


Sumedang, 22 September 2009 tepatnya berada di sebuah tempat yang menjual makanan khas daerah Sumedang, yup..apalagi kalau bukan tahu. Pada saat itu saya berkunjung ke sebuah kios /toko /pabrik "Tahu Bungkeng" yang sangat terkenal. Keberadaan tahu bungkeng memiliki sejarah yang cukup panjang dan hingga kini dikenal sebagai perintis tahu di Sumedang. Sedikit bercerita mengenai sejarah tahu bungkeng, jadi nama Bungkeng di ambil dari nama Ong Bung Keng, seorang warga China yang tinggal di Sumedang yang meneruskan usaha orang tuanya Ong Kino.

Konon suatu ketika sekitar tahun 1900-an, Pangeran Soeria Atmadja (bupati Sumedang pada saat itu) melihat seorang kakek sedang menggoreng sesuatu. Pangeran Soeria Atmadja langsung menghampiri, begitu melihat bentuk makanan yang amat unik serta baunya yang harum, Sang bupati, Pangeran Soeria Atmadja kemudian bertanya kepada si kakek. Sang kakek menjelaskan bahwa makanan yang ia goreng berasal dari Tou Fu, China. Karena penasaran, sang bupati langsung mencobanya. Setelah mencicipi sesaat, bupati secara spontan berkata " Enak benar masakan ini! Coba kalau kamu jual, pasti laris!", dengan wajah puas. Tak lama setelah kejadian itu, tahu sumedang digemari oleh penduduk Sumedang dan kemudian sampai ke seluruh Indonesia. Dan benar saja, tahu kini menjadi makanan khas daerah Sumedang, selain itu banyak sekali pabrik - pabrik pembuat tahu di Sumedang yang secara tidak langsung menyumbang kontribusi perekonomian disana.

Pada hari itu saya mengantri cukup panjang untuk mendapatkan 50 buah Tahu Bungkeng yang menjadi jajanan/oleh- oleh yang wajib di beli apabila berkunjung ke Sumedang, tampak pula meja – meja yang di sediakan untuk menyantap langsung tahu di tempat tersebut sangat penuh, kakak saya pun yang mengantarkan saya tidak bisa duduk di dalam kios, beliau menunggu di dalam mobil. Banyak konsumen dari luar Sumedang yang ikut dalam antiran tersebut, kebetulan dalam suasana lebaran jadi banyak warga sumedang yang tinggal di luar sumedang pulang mudik merayakan Idul Fitri di kampung halaman, termasuk saya dan keluarga. Tahu bungkeng sudah membuka cabang di kota besar di Indonesia seperti di Bandung dan Jakarta, namun tetap saja yang paling di buru tahu yang berada di daerah asalnya, Sumedang.

Tak heran saya mengantri agak lama selain karena antrian yang panjang, pada saat membeli tahu tersebut, tahu-nya belum di goreng alias masih dalam keadaan mentah (fresh from the open), jadi pada saat membeli harus menunggu tahu di goreng sampai matang terlebih dahulu sesuai dengan yang kita pesan. Setelah hampir satu jam mengantri akhirnya saya mendapatkan juga tahu bungkeng yang sangat terkenal itu untuk di konsumsi bersama keluarga. Fuihhhh biarpun lelah mengantri tapi setelah menikmati tahu bungkeng, rasa jadi mengalahkan segalanya :)

2 komentar:

Narzis

Wuih...jadi kangen makan tahu sumedang ni sob...
Lama gak makan...
Lagian di Jayapura susah dapet'x...
Emang enak tu tahu...

Indra

iya, apalagi tahu yang ada di postingan ini, rasanya mantap....tahunya dalemnya lembut bgt...enak deh pokonya ^^b

thx y sob commentx selalu pertama,he...

harap maklum kalo blogger amatiran gini kalo beraksi,he...sepi pengunjung...

Silahkan Beri Komentar :)

|Mohon Diperhatikan Rulenya|

Dimohon agar tidak menyertakan link pada isian komentar yang rekan sekalian tulis, karena akan dianggap spam & dengan berat hati saya hapus. Sudah disediakan pilihan identitas name/url untuk menuju ke blog anda, mohon gunakan sebaik mungkin :)