Mar 3, 2013

Sensasi Pedas MIENAMPOL

Mienampol Bogor
Akhir pekan pertama di bulan maret 2013 saya sempatkan diri ke tempat makan yang saat ini bisa dibilang cukup ramai diperbincangkan di Bogor. Nama tempat makan/kedai tersebut adalah Mienampol. Terus terang saya sangat penasaran dengan wujud dan rasanya, karena banyak sekali yang membicarakan mienampol baik dari mulut ke mulut ataupun di sosial media.

Kedainya masih terbilang kecil dan sederhana, dengan tenda dan kursi yang ditata sedemikian rupa, kalo dilihat sepintas dari jalan raya, mirip tukang pecel lele dan sejenisnya. Kedai Mienampol terletak di Jalan Semeru no 104, Bogor, letaknya persis disebrang pom bensin. Ketika saya tiba disana, kedai Mienampol cukup penuh dengan pengunjung yang sedang serius melahap mienampol, belum ditambah yang berdatangan, termasuk saya. Saya pun rela agak berdesakan dengan mbak-mbak yang sedang kepedesan karena melahap mienampol, glek!

Mienampol Bogor, Semeru

Pada hari itu saya datang bersama seorang teman, kebetulan kami berdua sedang ada urusan yang sama pada saat itu, jadi saya ajak juga makan di Mienampol. Menu yang saya pilih antara lain mienampol seafood level 4 dan es lemon tea, sedangkan teman saya memilih mienampol bakso/telor level 1 'lupa nama menunya :-D' ditambah dengan menu minuman teh tarik. Sebenarnya saya penasaran juga dengan menu esmiebaso tapi sayangnya pada saat itu menu tersebut sedang kosong.

Setelah saya lahap sendok per sendok menu yang saya pesan, cuma satu kata yang ada dibenak saya, LOVE IT!. Mienampol ini bahan dasarnya kalau yang saya rasakan, seperti mie instan yang bisa ditemui dimana-mana. Yang menjadi ciri khasnya adalah kuah pedas yang diracik entah terbuat dari apa yang mempunyai level kepedasan tersendiri. Semakin tinggi level semakin meningkat pula tingkat kepedasannya.

Menu yang saya pilih pelengkapnya terdiri dari berbagai macam olahan seafood antara lain kerang hijau, olahan daging kepiting, udang, bakso ikan dan lain-lain. Tampilannya sedikit mirip dengan makanan tom yam, dan memang rasanya pun tak kalah enak :-D, so menu mienampol seafood buat saya bisa jadi pilihan utama kalau kelak kembali lagi, recommended lah pokok na!

mienampol seafood bogor

Bagi yang belum mencoba silahkan datang ke kedai Mienampol di Jalan Semeru. Cukup mudah aksesnya ke tempat tersebut karena lokasinya dekat juga dengan kawasan RS Karya Bhakti dan RS Marzoeki Mahdi. Kalau yang dari Jakarta bisa naik kereta, turun di Stasiun Bogor, jalan sedikit ke Pasar Anyar/Terminal Merdeka dan naik angkot jurusan Merdeka - Parung, nanti berhenti di Pom Bensin di Jalan Semeru. Sedangkan yang dari arah Terminal Laladon/Bubulak bisa menggunakan angkutan umum no.15.

MIENAMPOL
Jln. Dr. Semeru No.104, Bogor
Range harga : Rp. 5000,- s.d Rp.17000,-

View Mienampol in a larger map

Feb 14, 2013

One Day Vacation : Trans Studio Bandung

wahana trans studio bandung

Beberapa waktu yang lalu, untuk pertama kalinya saya menyempatkan diri berkunjung dan mencoba wahana di Trans Studio Bandung. Arena Trans Studio Bandung berlokasi di Jl. Gatot Subroto No. 289 dan masih satu kawasan dengan Bandung Super Mall (sekarang Trans Studio Mall). Saya mengunjungi TSB bersama teman, berangkat dari Bogor pada hari selasa (weekday) dengan harapan pada hari tersebut Trans Studio Bandung tidak terlalu sesak oleh pengunjung. Dan syukur Alhamdulillah pada saat itu suasana di TSB meski ramai namun pengunjungnya tidak penuh sesak, dan antrian tiap wahana-pun tidak terlalu lama.

Trans Studio Bandung pada umumnya tidak jauh berbeda dengan theme park yang ada di Jakarta (Dufan-red). Yang membedakan hanya tema dan lokasi, Trans Studio Bandung di dalam ruangan (indoor) sedangkan Dufan di area terbuka (outdoor). Dari jenis wahananya ada beberapa yg mirip atau sama persis dengan di Dufan. Akan tetapi kemiripan-kemiripan tersebut tidak menurunkan minat saya dan rekan yang lain untuk menaiki wahana yang ada di TSB.

Wahana pertama yang saya coba adalah Marvel Super Heroes The Rides, 4D Simulator. Wahana ini cukup menarik, tapi sayangnya penglihatan saya ke layar masih sedikit buram atau seperti ada efek blur di layar, entah karena kacamata 3Dnya atau ada faktor lain, ketika saya menanyakan kepada rekan yang lain, hal yang sama pun mereka rasakan.

4D Simulator

Wahana kedua yang saya coba adalah Vertigo. Wahana ini sama persis dengan wahana yang ada di Dufan (kicir-kicir). Bagi saya wahana ini belum seberapa seramnya dibanding wahana lain, meskipun ujung-ujungnya saya berteriak ketakutan juga :-D


Setelah menaiki vertigo yang yaah lumayan memacu adrenalin :-p saya dan rekan yang lain relaksasi terlebih dulu di wahana Bolang Adventure. Wahana ini mirip dengan Istana Boneka di Dufan, bedanya, pada wahana Bolang Adventure kita menaiki semacam kereta-keretaan yang berjalan secara otomatis di atas rel, sedangkan Istana Boneka menggunakan perahu-perahuan yang berjalan otomatis di atas air.

Trans studio Bandung
Bolang & Crew

Wahana ke-empat yang saya coba adalah Dunia Lain. Ekspektasi saya terhadap wahana ini adalah sangat seram, tapi pada kenyataannya kurang seram, IMHO. Kurang "ngagetin" dan lagi kita cuma duduk saja di atas kereta-keretaan yang berjalan otomatis. Andai saja wahana tersebut tidak menggunakan kereta-keretaan akan lain ceritanya, jadi pengunjung harus berjalan dari awal sampai akhir, pasti akan lebih seru dan menegangkan :-p

credit : travel.detik.com

Setelah "bersantai" di wahana Dunia Lain, kami beranjak ke wahana berikutnya, kali ini kita menuju wahana Jelajah. Apabila dilihat sepintas, kita bisa menerka-nerka bahwa wahana yang satu ini mirip dengan Niagara gara ala Dufan. Yang menjadi nilai plus dari wahana Jelajah yaitu 2 jeramnya yang cukup membuat saya berteriak ketakutan. Jeram yang pertama tidak begitu tinggi, barulah di jeram kedua yang lebih tinggi, saya berteriak saking ngerinya :-D

credit : indonesia.travel

Wahana Giant Swing merupakan salah satu wahana yang "ekstrim" di TSB. Dan saya pun belum berani naik wahana Giant Swing tersebut. Se-ekstrim apapun wahana TSB biasanya saya selalu nekat-nekatin memberanikan diri untuk naik, tapi kalo yang ini nggak dulu deh. Kalo diliat cara mainnya Giant Swing ini mirip Kora-kora, tapi yang ini lebih ekstrim dan menakutkan, selain diayun-ayun sangat tinggi, diputar pula, oh well mual banget liatnya. Kalo saya naik, saya takut pingsan atau muntah, karena dulu pernah pengalaman naik Kora-kora yang notabene gerakannya mirip dengan Giant Swing, setelah naik Kora-kora langsung tepar dan mual, jadi saya cukup kapok untuk naik wahana yang sejenis seperti kora-kora.

Trans Studio Bandung
sebelum dieksekusi Giant Swing :-p

Puas melihat rekan-rekan saya berteriak ketakutan di Giant Swing (bahkan ada yang jackpot/muntah ke toilet setelahnya). Kami beranjak ke wahana Transcar yang terbilang santai dan tidak ekstrim, setelah itu kami berpencar, sebagian ke wahana Trans Broadcast sebagian lagi menuju Sciene Center. Nah, saya ikut ke wahana Sciene Center. Banyak yang menarik disini, ada berbagai macam alat peraga yang bisa menambah pengetahuan pengunjung.

Trans Studio Bandung
Narsis di Sciene Center

Cukup lama berputar-putar di wahana Sciene Center, kami beranjak ke wahana yang cukup ekstrim lagi, kali ini wahana yang kita naiki adalah wahana Negeri Raksasa, kalo di Dufan wahana yang seperti ini namanya Hysteria. Saya mengikuti instruksi si penjaga yang bilang "biar gak ngerasa takut, teriak sekencang-kencangnya supaya mengurangi rasa takut", and well saya bener-bener teriak sekencang-kencangnya sampai suara serak, gilaaa duduk diujung paling kanan, adrenalin bergejolak, gak disuruh teriak pun saya pasti akan teriak sendiri, ngeri.

credit : http://www.flickr.com/photos/hadya/6119139503/
Wahana terakhir yang saya coba adalah Sky Pirate, kalo dijelaskan, wahana ini konsepnya kaya balon udara, tapi kita gak terbang oleh udara/gas, kita cuma naik diatas perahu yang bentuknya seperti balon udara gitu yang berjalan otomatis diatas rel pada ketinggian.

Ada sedikit kekecewaan pada saya karena belum bisa mencoba wahana Yamaha Racing Coaster dan Special Effect Action Show. Pada saat itu Yamaha Racing Coaster ditutup karena cuaca sedang hujan :-( sedangkan Special Effect Action kurang tau alasannya mengapa pada hari itu tidak buka, padahal dua wahana tersebut kalo dilihat-lihat di TV sangat seru. Tapi overall pada hari itu kita cukup puas bermain-main di TSB, worth it lah bagi yang bela-belain bolos kerja cuma buat ke TSB :-D. Tapi mudah-mudahan kelak bisa balik lagi ke Trans Studio Bandung dan mencoba dua wahana yang saya sebut terkahir :-)



Feb 25, 2012

Icip-Icip Sotoji (Soto Jamur Instan)

icip-icip sotoji

Perkenalan pertama saya dengan Sotoji dimulai sekitar seminggu yang lalu, ketika itu salah satu teman di twitter yang juga blogger @adiitoo, memberikan informasi mengenai Sotoji, ternyata ada event lomba blog dari Sotoji yang bekerja sama dengan Komunitas Blogger Depok. Materi lombanya cukup menarik, kita cukup mereview produk dari Sotoji, nah enaknya lagi dari pihak Sotoji/Panitia memberikan sample produk Sotoji secara cuma-cuma sebagai bahan review.

By the way, mungkin teman-teman ada yang bertanya-tanya, apa sih Sotoji?, Sotoji merupakan akronim dari Soto Jamur Instan, sebuah inovasi baru soto dalam kemasan instan layaknya produk-produk mie instan yang sudah ada, tapi saya tegaskan disini, ini bukan mie/sohun instan tapi ini adalah soto instan. Sesuai dengan namanya, yang menjadi ciri khas pada produk ini ada pada jamur tiramnya, jarang-jarang kan ada soto jamur, yang saya tau kebanyakan soto menggunakan daging ayam atau sapi sebagai bahan utamanya.

Sotoji, soto jamur lezat tinggi kandungan serat & protein nabati. Sangat cocok disajikan sebagai pendamping nasi. [sotoji.com]

Hari rabu yang lalu tanggal 22 Februari 2012 kiriman free sample produk tiba dirumah, karena penasaran dengan rasanya, maka langsung saya masak hari itu juga. Percobaan pertama, saya memasak Sotoji polos alias tanpa tambahan makanan apapun (misal, ditambah telur, nasi, kerupuk dll). Kesan pertama setelah mencicipi Sotoji, bagi saya rasanya enak, takaran bumbunya pas, ya not bad untuk ukuran produk baru, tapi yang paling berkesan adalah ketika melahap jamur tiramnya yang cukup banyak, kebetulan saya hobi makan (hampir) segala jenis sayuran, jadi Sotoji sangat pas buat saya.

Sekilas tentang jamur tiram, ternyata jamur tiram memiliki beberapa khasiat bagi kesehatan, antara lain dapat menurunkan kolesterol, sebagai antibakterial dan antitumor, serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi. Selain itu, jamur tiram juga dapat berguna dalam membunuh nematode. So, bagi saya produk Sotoji meski instan namun kandungan gizi yang terkandungnya cukup baik untuk kesehatan. 

icip-icip sotoji
Cara Memasak Sotoji & Informasi Nilai Gizi

Saran/Kritik 

Overall, produk Sotoji saya beri bintang 8 dari 10. Dari segi kemasan cukup menarik dan beda, atau dengan kata lain punya ciri khas, dari segi rasa dan kandungan gizi juga baik. Namun ada beberapa masukan dari saya, antara lain : 

  • penambahan bawang goreng, gak adanya bawang goreng dalam paket kemasan jadi berasa ada yang kurang.
  • perkuat ciri khas, ciri khas Sotoji harus diperkuat lagi terutama dari segi rasa, jangan sampai mirip dengan rasa mie instan, jangan sampai orang beranggapan bahwa Sotoji adalah mie/sohun instan rasa soto.
  • variasi jenis & rasa, karena saya cukup tertarik dengan produk Sotoji, semoga kelak produsen Sotoji mengembangkan jenis dan variasi rasa dari produknya, misalnya saja nanti akan diproduksi Sotoji bumbu kuning, atau Sotoji mie kuning rasa babat, dan sebagainya.
  • penjualan/pemasaran, semoga produk Sotoji dalam waktu dekat sudah beredar luas di mini market/swalayan di seluruh Indonesia, namun sepertinya sebagian besar orang yang tau Sotoji adalah orang yang melek internet soalnya media promosi & penjualannya masih via on-line (setahu saya). Semoga media promosinya diperbanyak lagi sehingga orang jadi banyak yang tau dan Sotoji bisa segera beredar di pasaran.

Oh ya, sebelum saya tutup, ceritanya tadi petang saya masak lagi Sotojinya, tapi kali ini saya modifikasi dengan cara saya :-D Namanya Sotoji Kuah Cabe, bahannya sangat simple, antara lain satu bungkus Sotoji, bawang goreng, telur rebus, jeruk nipis, cabe rawit 5-6 buah dan tomat. Sebenernya inti dari masakan yang saya buat ada pada kuah cabenya, cara buatnya gampang, tinggal rebus cabe rawit sampai layu, kemudian ulek kasar, campur dengan bumbu, terakhir tambahkan air panas secukupnya, jadi deh kuah cabenya \(^,^)/

icip-icip sotoji

Setelah kuah cabe jadi, tinggal masukan sohun yang telah direbus, lalu tambahkan pelengkap lainnya, seperti telur rebus, jamur tiram, bawang goreng, jeruk nipis, tomat dan cabai. Buat saya rasanya maknyossss :-D asem pedas, seger!.

icip-icip sotoji

-SEKIAN-


Referensi materi & gambar :

Feb 14, 2012

Serunya Jadi Traveler Eksis

eksis dengan internet

Kegiatan traveling atau berwisata bagi saya dapat dikategorikan sebagai sebuah hobi, karena passion yang didapat sangat luar biasa ketika melakukannya, selain itu, karena adanya hasrat ingin mengulangi kegiatan tersebut secara terus menerus, jadi traveling saya golongkan kedalam sebuah hobi. Untuk berwisata, kemanapun akan saya tuju, khususnya di wilayah Indonesia asalkan ada waktu dan biaya yang menunjangnya :-D

Dewasa ini, kegiatan traveling yang saya lakukan jadi lebih mengasyikan, karena lebih terkonsep dengan bantuan internet, dengan begitu saya bisa tetap eksis dalam menginformasikan hal-hal yang saya alami selama berwisata, seperti pada beberapa artikel berikut yang pernah saya tulis, antara lain ketika bagaimana serunya "ngebolang" ke Bandung, pengalama pertama bodyrafting yang menegangkan, dan touring motor kecil-kecilan ke Pelabuhan Ratu yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu. Bagi saya hal itu sangat menyenangkan, apalagi ketika yang merespon tulisan-tulisan saya adalah orang yang memiliki minat yang sama, selain menambah teman, kita bisa saling sharing tempat-tempat wisata yang menarik melalui tulisan yang kita buat.

Bagaimana menjadi traveler yang eksis dengan internet?, bagi sebagian besar orang mungkin jawaban dari pertanyaan tersebut adalah share pengalaman berwisata ke situs sosial media, memang tidak ada yang salah dengan jawaban seperti itu, tapi bagi saya share pengalaman wisata merupakan tahapan akhir dari beberapa tahapan mengenai bagaimana menjadi traveler yang eksis dengan internet. Baiklah, akan coba saya jabarkan tahapan-tahapan yang saya maksud, tahapan ini versi saya dan sering saya lakukan, teman-teman sekalian boleh setuju boleh tidak :-) 

Tahap 1
Planning

Tahap pertama ialah perencanaan, tahap ini bagi saya merupakan tahap yang paling penting, dan harus dilakukan dengan sebaik mungkin. Dalam tahap ini, yang pertama saya lakukan ialah menentukan tujuan wisata kita, selanjutnya gali sedalam mungkin informasi mengenai lokasi wisata tersebut, nah disinilah internet berperan, dengan koneksi internet, saya dapat menggali informasi terkait lokasi tempat wisata yang akan dikunjungi sebanyak-banyaknya, biasanya saya searching di forum dunia maya, salah satu contohnya di forum Kaskus, di forum tersebut ada sub forum mengenai traveling yang cukup lengkap. Setelah informasi didapat, yang terakhir dilakukan adalah membuat itinerary, bagi yang kurang paham apa itu itinerary saya akan coba jelaskan, itinerary sejauh yang saya ketahui semacam perencanaan/jadwal dari perjalanan yang akan dilakukan. 

eksis dengan internet
Kaskus.us, sub forum : Travellers

Tahap 2
Pelaksanaan

Tahap kedua yakni pelaksanaan, apa yang sudah dikerjakan pada tahap pertama diimplementasikan ditahap yang kedua ini, apa itu?, tentu saja traveling ke lokasi wisata yang sudah diplanning secara matang. Yang saya lakukan ditahap kedua ini tidak hanya menikmati lokasi wisata saja, akan tetapi mencari hal-hal yang menarik yang bisa dishare, bisa dalam bentuk foto dan lain hal yang diunggah ke situs sosial media.

eksis dengan internet


Tahap 3
Ceritakan Kembali

Proses yang ini cukup mengasyikan, dimana kita menceritakan kembali pengalaman berwisata melalui tulisan di sosial media seperti blog atau forum on-line lainnya. Seperti halnya yang sudah saya lakukan beberapa kali. Tulisan yang kita buat bisa didukung dengan foto-foto atau video yang kita dapatkan ketika berwisata. Mulai tampak kan ke-eksis-annya? :-D

Tahap 4 
(Terakhir)
Publish & Share The Experience

Wah betul tidak yah tulisan berbahasa inggrisnya?
Tahap yang terakhir, publikasikan pengalaman kita yang sudah ditulis share link via twitter, FB dll agar menarik orang untuk membaca artikel pengalaman berwisata yang sudah dibuat, setelah itu aktif dalam menjawab setiap komentar yang masuk (bila ada komentar).

Nah begitulah langkah-langkah yang sering saya lakukan, semoga sedikit memberikan inspirasi. Harapan saya, semoga saya bisa terus eksis dengan internet terutama dibidang pariwisata, karena saya punya impian ingin keliling Indonesia dan mempublikasikan pengalaman yang saya dapat dari berwisata di blog yang saya miliki, seperti yang sudah saya lakukan beberapa kali, meski banyak kekurangannya, semoga apa yang saya lakukan bisa memberikan informasi bagi yang membacanya.

-SEKIAN-

Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes menulis blog dengan tema "Eksis Dengan Internet"

Feb 11, 2012

Touring Motor Ke Pelabuhan Ratu

Pantai Pelabuhan Ratu

Tanggal 22 Januari kemarin saya dan teman-teman melakukan kegiatan touring motor kecil-kecilan, kurang lebih ada 5 motor dengan 9 orang yang berpartisipasi. Persiapannya cukup mendadak tapi well-prepared, cukup kaget rasanya melihat sahabat karib saya membawa rice cooker ukuran kecil, ada pula yang membawa panggangan ikan, stock buah-buahan dan bumbu-bumbu masakan juga cukup lengkap, rupanya ada plan akan bakar ikan disana, kalau saya terima jadi saja soalnya partispasi saya dikegiatan itu adalah sebagai undangan alias diajak sahabat karib saya, hahahaha...gak tau malu!.

Start di Bogor yang seharusnya jam 7 malam, nyatanya ngaret sampai jam 10 malam, akhirnya kurang lebih jam 10 malam kami berangkat menuju Sukabumi. Dengan menempuh perjalanan selama 2 jam akhirnya tiba  juga di Sukabumi, tepatnya di daerah Cicurug. Berdasarkan schedule, malam itu rencananya kami beristirahat di rumah Uwak dari teman kami yang juga leader kegiatan touring ini. Sebelum tidur, semua yang ikut touring kecuali saya, makan nasi liwet terlebih dahulu yang sudah disediakan oleh pemilik rumah, gilee baik bener!.

touring pelabuhan ratu

Keesokan harinya pagi-pagi kami bersiap, berkemas, sarapan, mandi dan lain-lain. Sekitar pukul setengah sebelas pagi, kami pamit kepada pemilik rumah dan beranjak menuju Pelabuhan Ratu. Saya kira perjalanan ke Pelabuhan Ratu akan memakan waktu sebentar saja, mengingat startnya masih di daerah Sukabumi, ternyata salah (-,-!) hampir 4 jam kami menghabiskan waktu perjalanan untuk tiba ditujuan, fuihhhh jauh juga!.

Tiba di Pelabuhan Ratu beberapa dari kami pergi membeli ikan ke tempat pelelangan ikan, sementara sisanya menunggu termenung sembari menatap ombak laut yang sangat besar berkejaran ketepian pantai #ea.

Setelah 2 jam menunggu, ikanpun didapat plus sudah dibakar pula, pada mulanya kita akan membakar ikan sendiri tapi rasa-rasanya tidak mungkin, karena waktu yang semakin sore dan cuaca yang sedang kurang baik, maka kami putuskan untuk sekalian dibakar saja oleh penjual ikannya tersebut. Ikan yang kami beli antara lain Ikan kue 3 ekor besar (Rp.60.000), Cumi-cumi 1,5 kg (Rp.50.000), Udang 1/2 kg (Rp.35.000), Kakap merah 1 kg (Rp.25.000) plus bumbu, sambel, jasa bakar ikan (Rp.60.000). Saya gak bisa mengukur apakah harga-harga tersebut murah atau mahal, karena ini pengalaman pertama saya beli ikan langsung di pelelangan. Yang  jelas rasa ikannya enak, apalagi udang bakarnya yang jadi rebutan :-D

touring pelabuhan ratu

Puas melahap ikan bakar, sore itu kami menghabiskan waktu dengan bermain air ditepi pantai. Ombak pada saat itu sangat besar karena cuaca yang sedang buruk, langit tampak mendung dan angin bertiup sangat kencang, tapi hal tersebut tidak serta merta menciutkan minat kami dan para pengunjung lainnya untuk bermain air. Kalo saya cuma sebatas bermain air alias tidak basah-basahan karena seminggu sebelumnya saya sakit DB (baca : Demam Berdarah), jadi agak ngeri kalau mesti basah-basahan, saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan memotret panorama dan memotret aktifitas rekan-rekan yang sedang asik bermain ombak.

touring pelabuhan ratu

Dari kegiatan di Pelabuhan Ratu yang kami lakukan ada satu hal yang bagi saya cukup mengganggu, hal  yang mengganggu tersebut yaitu sampah, banyak sekali sampah terutama ditepian pantai, cukup disayangkan rasanya kesadaran pengunjung akan kebersihan masih minim. Ironisnya lagi, saya sempat lihat seseorang yang sepertinya penduduk lokal yang berjualan di daerah pantai, membuang sekantong plastik besar penuh yang isinya sampah ke laut, what the... ga mikir kali ya itu orang, sampahnya jadi berserakan karena pada akhirnya sampah-sampah yang dia buang itu terbawa lagi ke pantai #tepokjidat.

touring pelabuhan ratu

Jan 25, 2012

Manfaat Konten Lokal Buatan Indonesia

Konten lokal Indonesia saat ini mulai berkembang pesat, perkembangan konten lokal diiringi dengan berkembang pesatnya pengguna teknologi khususnya teknologi internet. Indonesia merupakan negara dengan pengguna internet yang cukup besar dan diperkirakan akan semakin meningkat setiap tahunnya. Menggeliatnya konten lokal buatan Indonesia beberapa faktor "perangsangnya" antara lain tersedianya layanan seluler yang menyediakan internet murah, dan adanya konten berbasis mobile aplikasi yang cukup menarik yang disediakan operator seluler, salah satu penyedia layanan yang sudah saya sebutkan diatas adalah XL AxiataKonten seru merupakan salah satu produk yang disediakan oleh provider seluler XL dimana didalamnya terdapat konten/aplikasi mobile yang sangat menarik, antara lain XL baca, XL games, Vu Clip, dan XL Blast. Dengan hadirnya konten-konten menarik yang disediakan oleh operator seluler XL, maka akan sedikit banyak memacu dan menginspirasi anak bangsa yang kreatif untuk membuat konten lokal asli buatan Indonesia.

Sebagai negara yang penduduknya sangat banyak dan juga beragam budayanya, konten lokal buatan Indonesia jelas sangat menguntungkan, karena akan banyak variasi konten sesuai dengan keragaman masyarakat di Indonesia, selain menguntungkan bagi si pencipta konten (kreator), konten lokal juga menguntungkan pula bagi user (pengguna), karena konten lokal akan lebih mudah dan murah diakses oleh masyarakat Indonesia dibandingkan konten asing. Dengan adanya peluang yang luas bagi anak bangsa untuk menciptakan konten lokal, maka secara tidak langsung akan mengasah dan meningkatkan kualitas konten lokal yang akan berkembang secara berkala.

Saya merupakan seseorang yang memiliki hobi traveling, dan saya sadar akan potensi wisata di Indonesia sangatlah besar. Malaysia & Singapura bisa maju salah satu faktor pendukungnya adalah pemanfaatan potensi wisata yang mereka miliki, padahal spot wisata di Malaysia dan Singapura tidak sebanyak dan seberagam di Indonesia, tapi mengapa kualitas pariwisata mereka masih diatas Indonesia?, ironis kan. Nah, sekarang apa hubungannya konten lokal buatan Indonesia dengan pariwisata?, oke, akan coba saya jelaskan dari sudut pandang saya. Coba rekan-rekan bayangkan, Indonesia memiliki sekitar 17.000-an pulau yang tersebar dari sabang sampai merauke, dan disetiap pulau tersebut memiliki potensi wisata alam yang mungkin belum terpublikasi oleh masyarakat kita, saat ini yang menjadi barometer wisata Indonesia hanya Bali, padahal jika dikelola dengan baik dan dipublikasikan dengan baik, maka potensi wisata dibelahan Indonesia yang lain akan sangat menguntungkan bagi negara, masyarakat lokal dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Maka dari itu, menurut pendapat saya, saat ini di Indonesia perlu diberdayakan konten-konten lokal yang mempublikasikan dan memberikan informasi tentang potensi wisata alam di pelosok nusantara, yang saya  ketahui, sepertinya belum ada konten yang demikian. Jika boleh berandai-andai, semoga suatu saat ada konten lokal yang menginformasikan kepada kita mengenai wisata alam dari sabang sampai merauke, mulai dari wisata pantai/laut yang sangat melimpah, wisata gunung, sungai, air terjun, danau, wisata budaya atau bahkan wisata kuliner.

photo 01
photo 02photo 03
Selain menginformasikan tempat wisata adakalanya konten tersebut menyediakan review seputar lokasi wisata, atau informasi rute untuk menuju kesana, dengan begitu akan memudahkan masyarakat mencari informasi alternatif untuk berwisata. Sebenarnya sudah ada konten yang demikian, namun menurut saya kurang melimpah dan kurang lengkap, bahkan saya sering menemukan konten yang isinya hasil copy paste. Akan sangat menyenangkan jika konten yang saya idamkan tersebut benar-benar ada, bayangkan saja, kita tidak perlu repot-repot browsing sana-sini, cukup kunjungi aplikasi yang menyediakan konten tersebut, dan baca informasi yang dicari, selanjutnya kita susun itinerary dan terakhir pergi ke tempat wisata yang menjadi tujuan.