Feb 22, 2014

Kuliner Bogor : Lodaya's Corner #2


Masih di sekitar Jalan Lodaya, setelah sebelumnya kenyang melahap santapan ceker yang gurih dan super pedas, tiba saatnya beralih ke makanan yang manis, bisa dibilang makanan penutup. Lokasinya tak jauh dari kedai ceker mercon, tinggal berjalan kaki 10-20 meter ke arah bawah, tibalah saya di Sop Durian Lodaya. Kedainya tidak terlalu besar tapi pengunjungnya selalu ramai dari berbagai kalangan, ibu-bapak, anak, muda-mudi, pelajar, mahasiswa dan lainnya.

Semerbak wangi durian tercium dimana-dimana, bagi yang tidak menyukai durian, hal tersebut merupakan bencana, namun bagi pecinta durian, semerbak wangi durian adalah surga :-D Menu yang saya pesan pada saat itu adalah sop durian kacang ijo + ketan porsi pas dengan 1 botol air mineral.

Gambaran saya tentang sop durian pada mulanya adalah semangkuk kuah durian hangat yang diisi berbagai macam toping, mirip-mirip makan bubur kacang hijau. Tapi pada kenyataannya penyajiannya menggunakan es batu. Tapi dengan menggunakan es juga tetap enak, malah menyegarkan dan lebih menghidupkan rasa dilidah.


Semangkuk kecil sop durian yang saya makan dihargai Rp.10.000,- untuk porsi pas, sedangkan bagi rekan yang menginginkan porsi lebih banyak bisa memesan porsi mabok dan cukup membayar sekitar Rp.13.000,- s.d Rp.20.000,- per porsinya, bergantung dari menu yang dipesan.


Kedai Sop Durian Lodaya ini bisa jadi alternatif tempat kuliner ketika saya sedang ingin menikmati olahan buah durian. Selain rasa duriannya yang memang original, harganya pun sangat bersahabat dikantong.

Sop Durian Lodaya
Jln Lodaya - Bogor
Range harga : Rp.3.000,- s/d Rp.20.000,-

View Sop Durian Lodaya in a larger map

Feb 2, 2014

Kuliner Bogor : Lodaya's Corner #1

credit  : edorusyanto.wordpress.com

Bagi pecinta kuliner seperti saya (hobi makan-red), Bogor merupakan surga kuliner yang gak ada matinya, gak kalah dari kota-kota lain, di Bogor juga banyak kuliner unik, enak dan harganya bervariasi mulai dari streetfood yang murah meriah, sampai kuliner restoran yang harga dan jumlah porsi kadang tak sebanding :-D (dibaca : mahal). Nah bagi rekan-rekan yang mau wisata kuliner di Bogor, tempat kuliner di seputaran Jln. Lodaya patut dicoba. Ada beberapa spot wiskul yang sudah saya sambangi dan akan sedikit direview disini.

Ceker & Sayap Mercon Bang Gendut 4



Lokasinya berada tepat di dalam area bagian samping Vemeer Factory Outlet, yakni di persimpangan lampu merah Jl Pajajaran - Jl Lodaya (samping McD Lodaya). Bagi pecinta ceker sekaligus pecinta makanan pedas, kuliner yang satu ini perlu dicoba. Oh ya, konon katanya tempat makan yang satu ini pernah diliput salah satu stasiun TV swasta, kalo gak salah acara Pedas Gila Trans TV. Menu yang ditawarkan ada bervariasi mulai dari ceker dan sayap ayam dengan berbagai jenis cara pengolahan, kulit ayam, kikil sapi, cumi asin, seblak mercon, tutut setan dan lain-lain. Tapi yang menjadi headline dan favorit banyak pengunjung ya ceker ayamnya.


Sedikit berterus terang, sebenaranya saya bukan pencinta olahan ceker ayam, dari kecil sudah sugesti menjijikan, karena ketika Ibu saya mengolah bahan ceker, kadang saya memperhatikan ceker yang akan diolah Ibu saya, bentuknya itu loh yang bikin merinding, kasar bertotol/bergerigi/bersisik, wah entah kenapa kalo saya melihat yang seperti itu selalu merinding -,-

Dan pada akhirnya saya memberanikan diri, itung-itung ikut eksis di kedai makanan yang sedang happening. Menu yang saya pesan adalah ceker mercon pedas, dan untuk jaga-jaga takut sugesti mendadak saya pesan pula kulit ayam goreng tepung saos mercon. Well, ternyata olahan ceker mercon bang gendut ini memang luar biasa enak, baru kali ini saya lahap makan ceker ayam, bersih sampai ke tulang-tulangnya :-D Cekernya empuk, lalu gak ada bau amis sama sekali, yang paling luar biasa adalah rasanya yang pedas, super pedas. 

Ceker Mercon Pedas
Kedai makanan ini recommended banget buat dicoba, apalagi dimusim hujan seperti sekarang, dingin-dingin makan ceker & sayap mercon di Bogor bareng pacar atau keluarga, beuuuuuuuuhh mantap!!!

Ceker & Sayap Mercon Bang Gendut 4
Persimpangan Lampu Merah Pajajaran-Lodaya
Jln. Pajajaran 21C (Vemeer Factory Outlet)
Range harga Rp.1.000 - Rp.40.000
Info : @CekerBangGendut

Nov 10, 2013

Jakarta's Hidden Paradise


Mendengar nama kota Jakarta, hal yang terbesit dibenak adalah glamor, kemacetan, banjir, panas, sumpek, kumuh dan sebagainya. Jakarta yang tempo doeloe katanya indah, kini semakin padat dengan banyaknya para pendatang yang bermukim di Ibu Kota tercinta. Surga tersembunyi di Jakarta?, It's true. Saya berani berkata seperti itu karena memang benar adanya. Surga tersebut berada di lepas pantai arah utara Jakarta, tepatnya di Kepulauan Seribu. Kondisi alamnya sangat kontras apabila dibandingkan dengan suasana pusat kota Jakarta.

Jakarta memiliki potensi wisata alam yang patut kita jaga dan nikmati bersama, Kepulauan Seribu, The Hidden Paradise. Surga bagi para pekerja yang jenuh akan hiruk pikuk suasana perkotaan. Surga bagi para keluarga yang mendambakan berlibur di sebuah pulau di tengah lautan yang masih terjaga keindahannya.


Setelah menanti sekian lama, saya memiliki kesempatan juga untuk berkunjung ke Kepulauan Seribu. Karna ini kunjungan pertama, banyak yang menyarankan Pulau Tidung. Dan berlayarlah saya ke Pulau Tidung dengan menggunakan angkutan kapal kayu tradisional. Berangkat dari Muara Angke sekitar pukul 07.30, tiba di Dermaga Pulau Tidung 10.45. Kapal yang saya tumpangi dan semua kapal yang berangkat saat itu, sangat penuh dengan para wisatawan yang menuju Pulau Tidung dan pulau-pulau lainnya. Karena memang pada saat itu ada waktu libur yang cukup panjang bagi para pekerja menjelang Idul Adha.

Sesuai dengan planning, saya akan berada di Pulau Tidung selama 2 hari 1 malam. Jadi, semua kegiatan dipadatkan dihari pertama saya tiba. Untuk akomodasi dan lainnya mulai dari keberangkatan, penginapan sampai dengan pulang, saya menggunakan jasa travel yang sudah di booking dari jauh hari.


Banyak kegiatan yang menarik yang bisa dilakukan di Pulau Tidung antara lain snorkeling, banana boat, kayak, hunting foto sunset dan sunrise, bersepeda, bakar ikan, dan lainnya. Ke Pulau Tidung belum lengkap rasanya apabila tidak mengunjungi Jembatan Cinta, jembatan panjang yang menghubungkan dua pulau yang menjadi icon pulau tersebut.


Diakhir perjalanan, ketika kami hendak pulang. Cuaca ternyata sedang buruk, gelombang sedang tinggi. Saya harus menunggu sekitar 1-2 jam sampai kapal benar-benar berangkat. Kapal yang saya tumpangi lebih kecil dari kapal pada saat keberangkatan, kapal kecil tersebut sepertinya dari Dishub yang melayani rute Tidung - Kali Adem. 

Pengalaman saat perjalanan pulang adalah pengalaman pertama saya berada di tengah-tengah gelombang tinggi, terombang ambing melawan arus gelombang yang tingginya kira-kira mencapai 2-3 meter, sangat menakutkan. Sepanjang perjalanan cuma bisa berdoa, saking tegangnya sampai-sampai pucat dan terus mengeluarkan keringat :-D

Plus-minus Pulau Tidung dalam kacamata saya : 
[+] Fasilitas di Pulau Tidung cukup lengkap, listrik 24 jam, penginapan, puskesmas, tempat makan/jajanan, masjid besar dan lain-lain, jadi Pulau Tidung sangat cocok bagi rombongan keluarga.

[-] Karena Tidung merupakan salah satu destinasi favorit dan paling dikenal diantara gugusan pulau yang lain. Otomatis banyak yang berkunjung, dan point utama yang jadi masalah adalah sampah. Sangat disayangkan melihat dibeberapa bagian sudut Pulau Tidung banyak sampah berserakan. Jadi buat rekan-rekan yang akan berkunjung kesana, please jangan buang sampah disembarang tempat.


Pulau Tidung
Estimasi total biaya/orang
Rp.300.000 - Rp.450.000 
(bergantung paket dari jasa travel)


View Pulau Tidung in a larger map

Jul 21, 2013

Trip Dadakan Ke JungleLand Sentul

Jungle Land Bogor

[intermezo] Di akhir bulan juni saya dan beberapa teman sekantor merencanakan untuk mengadakan kegiatan traveling ke alam terbuka, planning awal adalah berwisata ke tanjung lesung, akan tetapi karena ada satu dan lain hal di cancel, setelah itu re-planning kembali, kali ini ke Pulau Seribu, akan tetapi lagi-lagi gagal. Pada akhirnya daripada tidak jalan sama sekali, saya putuskan saja ke theme park, Dufan tujuannya. Tapi nahas, pada saat hari keberangkatan dan saat kami sudah berkumpul di Stasiun Bogor sebagai lokasi meeting point, kami mendapat kabar bahwa Dufan tidak dibuka untuk umum karena sedang dibooking oleh BNI pada saat itu. So, pada akhirnya kami semua sepakat menunjuk JungleLand sebagai tujuan wisata dadakan.

Start dari stasiun bogor, rute pertama yang kita ambil adalah rute angkutan umum 03 dengan tujuan Botani Square/Halte Transpakuan. Setelah itu dilanjut dengan menggunakan Bis transpakuan tujuan Bellanova. Nah, di Bellanova ternyata tidak ada angkutan massal khusus untuk menuju JungleLand. Yang ada tukang ojek yang tarifnya bisa diperkirakan akan mahal. Beruntung bagi kami karena pada saat itu ada angkot yang entah jurusan mana, mau mengantar kami ke lokasi wisata JungleLand. Dengan membayar Rp.5000/org, kami tiba dengan selamat :-D

entrance Jungle Land

Kesan pertama sesaat tiba di lokasi, "sangat megah". Untuk menuju ke loket pembelian karcis kami harus berjalan terlebih dahulu melaluli jalan yang kanan kirinya terdapat berbagai bangunan yang cukup unik dan megah. Di antara bangunan tersebut banyak terdapat pedagang yang menjajakan berbagai jenis makanan.

Dengan membayar tiket masuk Rp.150.000/org, kami diberikan kartu berlogo jungleland, pada saat di pintu masuk, kartu tersebut di scan barcodenya oleh petugas. Well, resmilah kita memasuki JungleLand untuk pertama kali. Sejujurnya lokasinya sangat unik, yakni terletak di antara bukit-bukit yang hijau, akan tetapi untuk di area permainannya sendiri masih sangat panas, karena belum banyak pepohonan yang rindang.

jungle land card

Seperti yang sudah saya duga-duga, wahana di JungleLand belum 100% berfungsi. Masih banyak wahana yang sedang dalam proses pembangunan pada saat itu. Tapi hal tersebut tak menyurutkan minat kami, karena sejauh yang kami lihat sudah ada beberapa wahana ekstrim yang sudah dapat digunakan.

Berikut wahana di JungleLand yang menurut saya sangat ekstrim dan patut dicoba.

~Sarang Burung Berang Mega Drop~
sarang burung berang mega drop
Wahana yang sama persis dengan wahana yang terdapat di Dufan dan Trans Studio Bandung, sama juga seramnya, saya pribadi merasakan keram yang cukup parah hampir diseluruh tubuh setelah menaiki wahana ini.

~Hihibeuran~


hihibeuran 
Nah, ini merupakan salah satu wahana yang tergolong baru di Indonesia, wahana yang membuat kami pusing 7 keliling. Cara mainnya, kita cukup duduk di pesawat yang sudah dilengkapi pengaman. Setelah itu tinggal dinikmati saja sensasi diputar ke atas ke bawah, dijungkir balikan, anggap saja seperti sedang naik pesawat akrobatik (sotoy mode on).

~Rumah Jelangkung~
Sumber : JungleLand.co.id
Bagaimana rasanya ketika kereta yang kita tumpangi tiba-tiba berhenti ditengah jalan, ditempat yang sangat gelap dan seram. Lalu tiba-tiba banyak hantu yang datang "menggerayangi" kita, para hantu tersebut berteriak dan tertawa ala kuntilanak dan sebagainya. Bagi yang penakut, wahana ini patut dicoba  :-p

~Disco~



Wahana ini juga termasuk wahana yang baru di Indonesia. Pengunjung yang hanya melihat wahana ini cukup dibuat pusing dengan gerakannya yang diputar dan diayun sangat tinggi. Nah loh, yang cuma ngeliatin saja pusing, bagaimana dengan yang naik?, silahkan anda coba sendiri sensasinya.

~Petir~
petir
Wahana ini sama dengan Giant Swingnya Trans Studio Bandung. Kalo wahana yang satu ini sudah pasti tidak akan saya naiki, seperti yang sudah pernah saya utarakan di postingan sebelumnya di One Day Vacation : Trans Studio Bandung.

Nah, itulah 5 wahana ekstrim yang sudah dibuka dan patut dicoba. Bagi yang membawa anak-anak tak usah khawatir, karena di JungleLand banyak sekali wahana untuk anak-anak. Mini pontang panting, carousel, mini hysteria, bumper car untuk anak, mini bianglala dan masih banyak lagi, dijamin anak anda akan merasa gembira.

wahana anak



Tips dari saya ; Pertama, bawa kendaraan pribadi, motor/mobil, karena angkutan massal yang khusus menuju JungleLand masih jarang atau memang bisa dibilang tidak ada. Kedua, apabila takut kulitnya terbakar, disarankan membawa sunblock, topi, payung dan kacamata hitam karena di JungleLand panasnya luar biasa.


JungleLand Asia
Harga tiket : Rp.100.000,- s.d Rp.150.000,-

View JungleLand Theme Park, Sentul, Bogor, Indonesia. in a larger map
 

Mar 3, 2013

Sensasi Pedas MIENAMPOL

Mienampol Bogor
Akhir pekan pertama di bulan maret 2013 saya sempatkan diri ke tempat makan yang saat ini bisa dibilang cukup ramai diperbincangkan di Bogor. Nama tempat makan/kedai tersebut adalah Mienampol. Terus terang saya sangat penasaran dengan wujud dan rasanya, karena banyak sekali yang membicarakan mienampol baik dari mulut ke mulut ataupun di sosial media.

Kedainya masih terbilang kecil dan sederhana, dengan tenda dan kursi yang ditata sedemikian rupa, kalo dilihat sepintas dari jalan raya, mirip tukang pecel lele dan sejenisnya. Kedai Mienampol terletak di Jalan Semeru no 104, Bogor, letaknya persis disebrang pom bensin. Ketika saya tiba disana, kedai Mienampol cukup penuh dengan pengunjung yang sedang serius melahap mienampol, belum ditambah yang berdatangan, termasuk saya. Saya pun rela agak berdesakan dengan mbak-mbak yang sedang kepedesan karena melahap mienampol, glek!

Mienampol Bogor, Semeru

Pada hari itu saya datang bersama seorang teman, kebetulan kami berdua sedang ada urusan yang sama pada saat itu, jadi saya ajak juga makan di Mienampol. Menu yang saya pilih antara lain mienampol seafood level 4 dan es lemon tea, sedangkan teman saya memilih mienampol bakso/telor level 1 'lupa nama menunya :-D' ditambah dengan menu minuman teh tarik. Sebenarnya saya penasaran juga dengan menu esmiebaso tapi sayangnya pada saat itu menu tersebut sedang kosong.

Setelah saya lahap sendok per sendok menu yang saya pesan, cuma satu kata yang ada dibenak saya, LOVE IT!. Mienampol ini bahan dasarnya kalau yang saya rasakan, seperti mie instan yang bisa ditemui dimana-mana. Yang menjadi ciri khasnya adalah kuah pedas yang diracik entah terbuat dari apa yang mempunyai level kepedasan tersendiri. Semakin tinggi level semakin meningkat pula tingkat kepedasannya.

Menu yang saya pilih pelengkapnya terdiri dari berbagai macam olahan seafood antara lain kerang hijau, olahan daging kepiting, udang, bakso ikan dan lain-lain. Tampilannya sedikit mirip dengan makanan tom yam, dan memang rasanya pun tak kalah enak :-D, so menu mienampol seafood buat saya bisa jadi pilihan utama kalau kelak kembali lagi, recommended lah pokok na!

mienampol seafood bogor

Bagi yang belum mencoba silahkan datang ke kedai Mienampol di Jalan Semeru. Cukup mudah aksesnya ke tempat tersebut karena lokasinya dekat juga dengan kawasan RS Karya Bhakti dan RS Marzoeki Mahdi. Kalau yang dari Jakarta bisa naik kereta, turun di Stasiun Bogor, jalan sedikit ke Pasar Anyar/Terminal Merdeka dan naik angkot jurusan Merdeka - Parung, nanti berhenti di Pom Bensin di Jalan Semeru. Sedangkan yang dari arah Terminal Laladon/Bubulak bisa menggunakan angkutan umum no.15.

MIENAMPOL
Jln. Dr. Semeru No.104, Bogor
Range harga : Rp. 5000,- s.d Rp.17000,-

View Mienampol in a larger map

Feb 14, 2013

One Day Vacation : Trans Studio Bandung

wahana trans studio bandung

Beberapa waktu yang lalu, untuk pertama kalinya saya menyempatkan diri berkunjung dan mencoba wahana di Trans Studio Bandung. Arena Trans Studio Bandung berlokasi di Jl. Gatot Subroto No. 289 dan masih satu kawasan dengan Bandung Super Mall (sekarang Trans Studio Mall). Saya mengunjungi TSB bersama teman, berangkat dari Bogor pada hari selasa (weekday) dengan harapan pada hari tersebut Trans Studio Bandung tidak terlalu sesak oleh pengunjung. Dan syukur Alhamdulillah pada saat itu suasana di TSB meski ramai namun pengunjungnya tidak penuh sesak, dan antrian tiap wahana-pun tidak terlalu lama.

Trans Studio Bandung pada umumnya tidak jauh berbeda dengan theme park yang ada di Jakarta (Dufan-red). Yang membedakan hanya tema dan lokasi, Trans Studio Bandung di dalam ruangan (indoor) sedangkan Dufan di area terbuka (outdoor). Dari jenis wahananya ada beberapa yg mirip atau sama persis dengan di Dufan. Akan tetapi kemiripan-kemiripan tersebut tidak menurunkan minat saya dan rekan yang lain untuk menaiki wahana yang ada di TSB.

Wahana pertama yang saya coba adalah Marvel Super Heroes The Rides, 4D Simulator. Wahana ini cukup menarik, tapi sayangnya penglihatan saya ke layar masih sedikit buram atau seperti ada efek blur di layar, entah karena kacamata 3Dnya atau ada faktor lain, ketika saya menanyakan kepada rekan yang lain, hal yang sama pun mereka rasakan.

4D Simulator

Wahana kedua yang saya coba adalah Vertigo. Wahana ini sama persis dengan wahana yang ada di Dufan (kicir-kicir). Bagi saya wahana ini belum seberapa seramnya dibanding wahana lain, meskipun ujung-ujungnya saya berteriak ketakutan juga :-D


Setelah menaiki vertigo yang yaah lumayan memacu adrenalin :-p saya dan rekan yang lain relaksasi terlebih dulu di wahana Bolang Adventure. Wahana ini mirip dengan Istana Boneka di Dufan, bedanya, pada wahana Bolang Adventure kita menaiki semacam kereta-keretaan yang berjalan secara otomatis di atas rel, sedangkan Istana Boneka menggunakan perahu-perahuan yang berjalan otomatis di atas air.

Trans studio Bandung
Bolang & Crew

Wahana ke-empat yang saya coba adalah Dunia Lain. Ekspektasi saya terhadap wahana ini adalah sangat seram, tapi pada kenyataannya kurang seram, IMHO. Kurang "ngagetin" dan lagi kita cuma duduk saja di atas kereta-keretaan yang berjalan otomatis. Andai saja wahana tersebut tidak menggunakan kereta-keretaan akan lain ceritanya, jadi pengunjung harus berjalan dari awal sampai akhir, pasti akan lebih seru dan menegangkan :-p

credit : travel.detik.com

Setelah "bersantai" di wahana Dunia Lain, kami beranjak ke wahana berikutnya, kali ini kita menuju wahana Jelajah. Apabila dilihat sepintas, kita bisa menerka-nerka bahwa wahana yang satu ini mirip dengan Niagara gara ala Dufan. Yang menjadi nilai plus dari wahana Jelajah yaitu 2 jeramnya yang cukup membuat saya berteriak ketakutan. Jeram yang pertama tidak begitu tinggi, barulah di jeram kedua yang lebih tinggi, saya berteriak saking ngerinya :-D

credit : indonesia.travel

Wahana Giant Swing merupakan salah satu wahana yang "ekstrim" di TSB. Dan saya pun belum berani naik wahana Giant Swing tersebut. Se-ekstrim apapun wahana TSB biasanya saya selalu nekat-nekatin memberanikan diri untuk naik, tapi kalo yang ini nggak dulu deh. Kalo diliat cara mainnya Giant Swing ini mirip Kora-kora, tapi yang ini lebih ekstrim dan menakutkan, selain diayun-ayun sangat tinggi, diputar pula, oh well mual banget liatnya. Kalo saya naik, saya takut pingsan atau muntah, karena dulu pernah pengalaman naik Kora-kora yang notabene gerakannya mirip dengan Giant Swing, setelah naik Kora-kora langsung tepar dan mual, jadi saya cukup kapok untuk naik wahana yang sejenis seperti kora-kora.

Trans Studio Bandung
sebelum dieksekusi Giant Swing :-p

Puas melihat rekan-rekan saya berteriak ketakutan di Giant Swing (bahkan ada yang jackpot/muntah ke toilet setelahnya). Kami beranjak ke wahana Transcar yang terbilang santai dan tidak ekstrim, setelah itu kami berpencar, sebagian ke wahana Trans Broadcast sebagian lagi menuju Sciene Center. Nah, saya ikut ke wahana Sciene Center. Banyak yang menarik disini, ada berbagai macam alat peraga yang bisa menambah pengetahuan pengunjung.

Trans Studio Bandung
Narsis di Sciene Center

Cukup lama berputar-putar di wahana Sciene Center, kami beranjak ke wahana yang cukup ekstrim lagi, kali ini wahana yang kita naiki adalah wahana Negeri Raksasa, kalo di Dufan wahana yang seperti ini namanya Hysteria. Saya mengikuti instruksi si penjaga yang bilang "biar gak ngerasa takut, teriak sekencang-kencangnya supaya mengurangi rasa takut", and well saya bener-bener teriak sekencang-kencangnya sampai suara serak, gilaaa duduk diujung paling kanan, adrenalin bergejolak, gak disuruh teriak pun saya pasti akan teriak sendiri, ngeri.

credit : http://www.flickr.com/photos/hadya/6119139503/
Wahana terakhir yang saya coba adalah Sky Pirate, kalo dijelaskan, wahana ini konsepnya kaya balon udara, tapi kita gak terbang oleh udara/gas, kita cuma naik diatas perahu yang bentuknya seperti balon udara gitu yang berjalan otomatis diatas rel pada ketinggian.

Ada sedikit kekecewaan pada saya karena belum bisa mencoba wahana Yamaha Racing Coaster dan Special Effect Action Show. Pada saat itu Yamaha Racing Coaster ditutup karena cuaca sedang hujan :-( sedangkan Special Effect Action kurang tau alasannya mengapa pada hari itu tidak buka, padahal dua wahana tersebut kalo dilihat-lihat di TV sangat seru. Tapi overall pada hari itu kita cukup puas bermain-main di TSB, worth it lah bagi yang bela-belain bolos kerja cuma buat ke TSB :-D. Tapi mudah-mudahan kelak bisa balik lagi ke Trans Studio Bandung dan mencoba dua wahana yang saya sebut terkahir :-)